Macam macam bunga yang bisa dijadikan indikator asam basa?

Jawaban paling baik bagi pertanyaan kamu dengan proses kurasi dari IowaJournalist.org:


Jawaban:

Zat kimia tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Masing-masing zat kimia memiliki sifat yang berbeda-beda. Namun demikian diantara perbedaan yang ada, zat-zat kimia tadi dapat dikelompokkan menjadi golongan tertentu berdasarkan kemiripan sifat yang dimilikinya. Misalnya kita mengenal ada zat yang bersifat asam, netral, dan ada pula yang bersifat basa.

 

Penggolongan zat menjadi asam, netral, dan basa ini didasarkan pada kemampuannyamelepaskan ion hidrogen (H+) ataupun hidroksida (OH-) di dalam air. Jadi ion H+ adalah pembawa sifat asam dan ion OH- adalah pembawa sifat basa.  Secara umum zat dikatakan asam jika konsentrasi ion H+ dalam air lebih besar dibandingkan dengan konsentrasi ion OH-, dan sebaliknya suatu zat dikatakan basa jika konsentrasi ion H+ lebih kecil dibandingkan dengan konsentrasi ion OH-. Dan zat dikatakan bersifat netral jika konsentrasi ion H+ sama dengan konsentrasi ion OH-. Zat-zat yang bersifat asam yang lekat dalam kehidupan kita sehari-hari antara lain cuka masak, air aki, asam sitrat, dan vitamin C. Bahan atau zat yang bersifat basa antara lain abu, sabun mandi, dan deterjen.

Untuk mendeteksi zat-zat yang bersifat asam atau basa tersebut dibutuhkan suatu zat yang dikenal dengan istilah indikator. Indikator tersebut dapat diperoleh di toko-toko kimia. Namun tentunya harus diperhitungkan biayanya. Untuk mengatasi kendala biaya tersebut, sebenarnya Sang Pencipta telah menyediakan bahan-bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai indikator dan dengan mudah diperoleh di sekitar kita.

Indikator alami dapat dibuat daribagian tanaman yang berwarna baik itu bagian batang, daun maupun bunga. Tanaman tersebut misalnya kelopak bunga sepatu, daun kubis ungu, daun bayam merah, daun bangka-bangkaan, kayu secang, dan kunyit. Sebenarnya hampir semua tumbuhan berwarna dapat dipakai sebagai indikator asam basa, tetapi terkadang perubahan warnanya tidak jelas perbedaannya. Oleh karena itu hanya beberapa saja yang sering dipakai karena menunjukkan perbedaan warna yang jelas saat berada di lingkungan asam dan saat berada di lingkungan basa.

Berikut adalah contoh beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai indikator asam dan basa.
Daun kubis ungu (Brassica oleracea L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang tidak banyak dikonsumsi, karena tidak semua orang menyukai rasanya yang sedikit berbeda dengan daun kubis biasa. Orang yang cukup peka menyatakan kubis ungu ini rasanya agak pahit. Daun kubis ungu bila dilarutkan dalam air panas akan mengeluarkan zat kimia yang berwarna biru atau biru keunguan bila terlalu pekat. Zat kimia inilah yang bila bercampur dengan asam akan berubah warna menjadi merah dan bila bercampur dengan basa berubah menjadi hijau. Oleh karena ada perbedaan warna yang jelas dalam suasana asam dan basa, maka ia dapat digunakan sebagai indikator alami

Daun rhoeo discolor  atau nanas kerang merupakan tanaman herba yang kuat dengan batang tegak, daun yang menghadap ke bawah berwarna ungu tua, sedangkan yang menghadap ke atas berwarna hijau, dengan posisi antar daun saling menelungkup melingkari batangnya. Ada juga yang mengenal tanaman ini dengan sebutan nanas-nanasan. Cara memanfaatkannya sebagai indikator adalah dengan mengiris-iris daun bangka-bangkaan ini dan dikeringkan.

Soka. Tumbuhan ini bernama latin Ixora Sp. Soka sebenarnya merupakan tanaman liar tipe perdu yang tumbuh di hutan. Tanaman ini termasuk dalam golongan kopi-kopian dan memiliki bunga berwarna cerah. Mulai dari merah menyala (scarlet), kuning, jingga, merah muda, bahkan putih. Bunganya mekar bergerombol. Setiap kuntumnya berukuran kecil dengan empat kelopak. Ketika mekar, bunga-bunga ini memberi semburat warna cerah, di antara hijau daunnya.

Bunga Sepatu atau Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) adalah tanaman semak suku Malvaceae yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Bunga besar, berwarna merah dan tidak berbau.

Kunyit atau kunir, (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma domestica Val.), adalah termasuk salah satu tanaman rempah dan obat asli dari wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami penyebaran ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Kunyit tergolong dalam kelompok jahe-jahean, Zingiberaceae. Kunyit dikenal di berbagai daerah dengan beberapa nama lokal, seperti turmeric (Inggris), kurkuma (Belanda), kunyit (Indonesia dan Malaysia), kunir (Jawa), koneng (Sunda), konyet (Madura). Sebagai indikator asam basa, yang dimanfaatkan dari tanaman kunyit adalah ekstrak dari rimpangnya. Dari larutan ekstrak yang berwarna kuning pekat (mendekate oranye), akan berubah menjadi kuning jernih dalam suasana asam dan berwarna merah bata dalam suasana basa.

 


#IowaJournalist | #Indonesia | #PastiBisa | #PintarBelajar | #DuniaBelajar | #Pendidikan | #Sekolah | #AyoBelajar | #TanyaJawab | #AyoMembaca | #AyoPintar | #KitaBisa | #DuniaPendidikan #IndonesiaMaju


Sekian informasi yang dapat IowaJournalist.org rangkumkan mengenai tanya-jawab yang telah kalian ajukan dan cari. Jika kamu membutuhkan Info lainnya, silahkan pilih kategori Pendidikan.

Semoga rangkuman di atas sanggup bermanfaat untuk teman-teman semua dalam mencari jawaban.